Temuan Berbagai Benda Pada Zaman Praaksara Dinamakan Apa Sih?

Smallest Font
Largest Font

Temuan berbagai benda pada zaman praaksara dinamakan artefak, yang merupakan bukti nyata kehidupan manusia purba sebelum mengenal tulisan. Benda peninggalan zaman praaksara ini penting untuk memahami bagaimana manusia hidup dan bertahan pada masa itu.

Zaman praaksara adalah masa sebelum manusia mengenal tulisan, yang juga disebut zaman nirleka atau zaman tanpa tulisan. Masa ini berlangsung dari sekitar 3 juta tahun lalu hingga sekitar 10 ribu tahun lalu, sebelum masa sejarah dimulai. Dalam konteks ini, semua temuan benda berfungsi sebagai sumber utama untuk mempelajari kehidupan manusia pada masa tersebut.

Manusia Purba yang Hidup pada Zaman Praaksara

Beberapa jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia pada zaman praaksara antara lain Meganthropus Palaeojavanicus, Pithecanthropus Erectus, dan Homo Sapiens. Meganthropus Palaeojavanicus adalah manusia paling primitif yang ditemukan oleh Gustav Heinrich Ralph Von Koenigswald pada tahun 1936 dan 1941.

Kenapa Penemuan Benda Zaman Praaksara Penting?

Penemuan benda-benda ini membantu menguak cara hidup manusia purba, seperti teknik berburu, bertahan hidup, hingga perkembangan budaya dan teknologi awal. Dari artefak tersebut, kita dapat menelusuri perkembangan peradaban manusia sebelum adanya catatan tertulis.

Jenis-jenis Temuan Artefak Zaman Praaksara

Artefak yang ditemukan pada zaman praaksara umumnya terbuat dari batu, tanah liat, dan perunggu. Masing-masing jenis benda ini memiliki fungsi spesifik dalam kehidupan manusia purba.

1. Kapak Genggam (Kapak Perimbas)

Kapak genggam adalah alat batu yang dibentuk secara kasar dengan satu sisi tajam dan tidak memiliki tangkai. Alat ini digunakan dengan cara digenggam langsung. Kapak genggam ditemukan di beberapa wilayah Indonesia seperti Lahat Sumatera Selatan, Kalianda Lampung, Awangbangkal Kalimantan Selatan, Cabbenge Sulawesi Selatan, dan Trunyan Bali.

2. Alat Serpih

Alat serpih adalah pecahan batu yang dihasilkan dari proses pembuatan kapak genggam dan diolah menjadi alat tajam seperti serut, gurdi, penusuk, dan pisau. Temuan alat serpih banyak ditemukan di daerah Punung, Sangiran, Ngandong (lembah Sungai Bengawan Solo), Gombong Jawa Tengah, Lahat, Cabbenge, dan Mengeruda Flores Nusa Tenggara Timur.

3. Sumatralith (Kapak Genggam Sumatera)

Sumatralith adalah kapak genggam dengan teknik pembuatan yang lebih halus dan tajam di kedua sisi. Masih digunakan dengan cara digenggam. Benda ini ditemukan di Lhokseumawe Aceh dan Binjai Sumatera Utara.

4. Beliung Persegi

Beliung persegi adalah alat batu berbentuk persegi panjang dengan seluruh permukaan yang digosok halus. Sisi pangkal alat ini diikat pada tangkai, sedangkan sisi depan diasah tajam. Fungsinya bermacam-macam, mulai dari cangkul untuk pertanian hingga alat pahat untuk mengukir. Temuan beliung persegi tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, dan Sulawesi.

5. Kapak Lonjong

Kapak lonjong berbentuk oval dan digunakan untuk memotong kayu serta berburu. Seluruh permukaannya digosok halus, sisi pangkal agak runcing untuk diikat pada tangkai, dan sisi depan melebar serta diasah tajam. Temuan kapak lonjong ditemukan di Sulawesi, Flores, Tanimbar, Maluku, dan Papua.

Bagaimana Cara Mengidentifikasi dan Mengkaji Temuan Zaman Praaksara?

Untuk memastikan benda-benda tersebut adalah artefak zaman praaksara, ada beberapa langkah yang harus dilakukan secara sistematis dan teliti.

  1. Pengumpulan Data Lapangan: Melakukan penggalian arkeologi di situs-situs purbakala yang memiliki indikasi peninggalan manusia purba.
  2. Pembersihan dan Dokumentasi: Membersihkan benda dari tanah dan kotoran, lalu mendokumentasikan kondisi dan lokasi penemuan secara detail.
  3. Analisis Bahan dan Bentuk: Mengidentifikasi bahan pembuat artefak seperti batu, tanah liat, atau logam serta bentuk dan fungsi alat.
  4. Penentuan Usia: Menggunakan teknik penanggalan seperti radiokarbon atau stratigrafi untuk menentukan umur artefak.
  5. Interpretasi Fungsi: Menganalisis bagaimana benda tersebut digunakan dalam kehidupan manusia purba berdasarkan bentuk dan konteks penemuannya.

Dalam kasus yang sering saya temui, kesalahan umum adalah kurangnya dokumentasi yang detail sehingga sulit menelusuri asal-usul benda tersebut secara ilmiah.

Contoh Data Artefak dan Lokasi Penemuannya di Indonesia

Perbandingan Jenis Artefak Praaksara dan Lokasi Penemuannya
Jenis ArtefakDeskripsiLokasi Penemuan
Kapak GenggamBatu kasar, satu sisi tajam, tanpa tangkaiLahat, Kalianda, Awangbangkal, Cabbenge, Trunyan
Alat SerpihBatu pecahan tajam untuk serut dan pisauPunung, Sangiran, Ngandong, Gombong, Lahat, Cabbenge, Mengeruda
SumatralithKapak genggam halus, tajam dua sisiLhokseumawe, Binjai
Beliung PersegiBatu persegi panjang digosok halus, dipasang tangkaiSumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sulawesi
Kapak LonjongBatu lonjong digosok halus, digunakan untuk memotong kayuSulawesi, Flores, Tanimbar, Maluku, Papua

Bagaimana Kehidupan Manusia Praaksara Berdasarkan Temuan Benda?

Temuan artefak ini memberikan gambaran tentang kehidupan manusia praaksara yang bergantung pada alat-alat batu untuk bertahan hidup. Mereka mengandalkan kemampuan berburu, mengumpulkan makanan, serta memanfaatkan lingkungan sekitar dengan alat-alat sederhana tapi efektif.

Manusia praaksara hidup dengan pola nomaden, berpindah-pindah tempat untuk mencari sumber daya alam. Kehidupan sosial mereka juga mulai terbentuk, terlihat dari perkembangan teknik pembuatan alat yang makin halus seiring waktu.

Perubahan alat dari kapak genggam kasar menjadi beliung dan kapak lonjong yang lebih halus mencerminkan peningkatan kemampuan teknis dan adaptasi manusia purba terhadap lingkungan.

Tips Mengkaji dan Memahami Temuan Benda Praaksara

  • Pelajari konteks geografis dan budaya lokasi penemuan artefak.
  • Bandingkan dengan artefak sejenis dari lokasi lain untuk mengetahui variasi dan perkembangan alat.
  • Gunakan metode ilmiah dalam penentuan usia dan fungsi artefak.
  • Jangan meremehkan artefak kecil karena bisa jadi benda tersebut memiliki fungsi penting.
  • Berhati-hati terhadap interpretasi yang berlebihan tanpa bukti kuat.

Mengapa Temuan Benda Praaksara Disebut Artefak?

Dalam kajian arkeologi, benda peninggalan zaman praaksara disebut artefak karena merupakan hasil karya manusia yang sudah diolah secara sengaja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Artefak ini berbeda dengan fosil yang merupakan sisa-sisa organisme hidup.

Dengan mempelajari artefak, kita dapat memahami aspek teknologi, budaya, dan sosial manusia purba yang tidak bisa diketahui hanya dari fosil manusia itu sendiri.

Referensi Video Pendukung

CORAK KEHIDUPAN MASYARAKAT PRAAKSARA (Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum) | Historic Indonesia
memberikan gambaran mendalam tentang kehidupan dan hasil budaya manusia praaksara yang berkaitan erat dengan temuan artefak yang dijelaskan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed