Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI dan BNI Turun pada 9 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Kurs dolar AS di bank-bank besar Indonesia yakni BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI mengalami penurunan pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pergerakan ini terjadi di tengah kondisi pasar global yang masih dipengaruhi oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan perlambatan ekonomi Amerika Serikat.

Pada pembukaan perdagangan 9 Agustus, kurs e-rate di Bank BCA tercatat di posisi beli Rp17.930 dan jual Rp17.950 per dolar AS. Bank Mandiri menawarkan kurs beli Rp17.900 dan jual Rp17.930, sementara BRI mencatat kurs beli Rp17.903 dan jual Rp17.929. BNI mencatat kurs beli Rp17.925 dan jual Rp17.955 per dolar AS. Harga-harga ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan posisi kurs pada 7 Agustus 2026.

Bank Central Asia (BCA)

Bank BCA mempertahankan spread kurs jual dan beli yang relatif ketat dengan selisih Rp20. Posisi kurs beli tercatat Rp17.930 dan jual Rp17.950 per dolar AS pada 9 Agustus 2026, menurun dari Rp17.990 beli dan Rp18.080 jual pada awal Agustus.

Bank Mandiri

Bank Mandiri mencatat spread sekitar Rp30 antara kurs beli dan jual, dengan kurs beli Rp17.900 dan jual Rp17.930 pada tanggal 9 Agustus. Posisi ini turun dari Rp18.040 beli dan Rp18.070 jual pada awal bulan.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI)

BRI dan BNI melaporkan pergerakan serupa, dengan BRI mencatat kurs beli Rp17.903 dan jual Rp17.929, sedangkan BNI berada di Rp17.925 beli dan Rp17.955 jual. Kedua bank ini juga menunjukkan penurunan kurs dibandingkan awal Agustus.

Faktor Penguatan Rupiah dan Penurunan Kurs Dolar

Menurut analis Lukman Leong dari Doo Financial Futures, penguatan rupiah saat ini selaras dengan tren positif mata uang regional Asia terhadap dolar AS. Sentimen pasar didorong oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve setelah sejumlah indikator ekonomi AS menunjukkan perlambatan.

"Penguatan rupiah juga sejalan dengan mayoritas mata uang regional Asia yang bergerak positif terhadap dolar AS. Sentimen utama pasar masih didorong faktor eksternal, terutama meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah sejumlah indikator ekonomi AS menunjukkan perlambatan," ujar Lukman Leong.

Pergerakan ini juga dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global dan kebijakan suku bunga internasional yang terus berkembang. Kisaran perdagangan rupiah pada pekan pertama Agustus 2026 berada di antara Rp17.850 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Perbandingan Kurs dengan Periode Sebelumnya

BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Siap Paparkan Kinerja Keuangan Semester I/2022 | Bisniscom
Bank1 Agustus 2026 (Beli)1 Agustus 2026 (Jual)7 Agustus 2026 (Beli)7 Agustus 2026 (Jual)9 Agustus 2026 (Beli)9 Agustus 2026 (Jual)
BCARp17.990Rp18.080Rp17.930Rp17.950Rp17.930Rp17.950
MandiriRp18.040Rp18.070Rp17.900Rp17.930Rp17.900Rp17.930
BRIRp17.897Rp18.099Rp17.903Rp17.929Rp17.903Rp17.929
BNIRp17.970Rp18.070Rp17.925Rp17.955Rp17.925Rp17.955

Data tersebut menunjukkan tren penurunan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah di bank-bank besar selama awal hingga pertengahan Agustus 2026.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed