Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Melemah Hari Ini 5 Agustus 2026
Kurs dolar AS di bank BCA, Mandiri, BRI, dan BNI pada hari ini, Rabu 5 Agustus 2026, menunjukkan tren pelemahan yang sejalan dengan penurunan nilai tukar rupiah di pasar spot. Pelemahan ini tercatat setelah rupiah melemah ke level Rp 18.000 per dolar AS pada Selasa (4/8) lalu.
BCA
Bank Central Asia (BCA) menetapkan kurs e-rate dolar AS beli di Rp 18.020 dan jual Rp 18.040, sementara untuk transaksi TT counter dan bank notes, harga beli berada di Rp 17.850 dan harga jual Rp 18.130 per dolar AS.
Bank Mandiri
Bank Mandiri menetapkan kurs beli dolar AS di Rp 17.965 dan jual Rp 17.995 pada special rate. Untuk TT counter dan bank notes, kurs beli di Rp 17.800 dan jual Rp 18.100 per dolar AS.
BRI dan BNI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) menawarkan kurs beli dolar AS di Rp 17.973 dan jual Rp 18.004. Sementara Bank Negara Indonesia (BNI) menetapkan special rates beli di Rp 17.975 dan jual di Rp 18.005. Untuk TT counter, harga beli Rp 17.800 dan jual Rp 18.100, sedangkan untuk bank notes, beli Rp 17.830 dan jual Rp 18.130 per dolar AS.
Konteks Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS
Pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak langsung pada kurs jual beli dolar di bank-bank besar ini disebabkan oleh tekanan dari dolar AS yang melemah. Data ekonomi terbaru Amerika Serikat menunjukkan performa di bawah ekspektasi pasar, sehingga menurunkan nilai dolar secara global.
Menurut laporan finansial Bisnis.com per 1 Agustus 2026, rupiah sempat menguat ke level Rp 18.022 per dolar AS dengan penguatan 0,49 persen yang dipicu oleh pelemahan dolar AS akibat data ekonomi tersebut. Namun, tren pada awal pekan ini berubah menjadi pelemahan seiring dengan sentimen pasar yang kurang positif.
Perbandingan Kurs dan Pergerakan Rupiah
Jika dibandingkan dengan posisi kurs pada 1 Agustus 2026, nilai tukar dolar di BCA e-rate yang saat itu Rp 17.990 (beli) dan Rp 18.080 (jual) mengalami penyesuaian ke level saat ini. Demikian pula dengan kurs Bank Mandiri, BRI, dan BNI yang mengalami fluktuasi mengikuti pasar spot rupiah.
| Bank | Kurs Beli (Rp) | Kurs Jual (Rp) | Tanggal Referensi |
|---|---|---|---|
| BCA (e-rate) | 18.020 | 18.040 | 5 Agustus 2026 |
| Bank Mandiri (special rate) | 17.965 | 17.995 | 5 Agustus 2026 |
| BRI | 17.973 | 18.004 | 5 Agustus 2026 |
| BNI (special rate) | 17.975 | 18.005 | 5 Agustus 2026 |
Dampak dan Implikasi
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS saat ini berpotensi mempengaruhi harga impor dan inflasi domestik. Para pelaku usaha dan konsumen perlu memantau perkembangan nilai tukar ini secara berkala.
"Fluktuasi nilai tukar ini merupakan respons pasar terhadap kondisi ekonomi global dan data AS yang kurang menggembirakan," ujar analis pasar keuangan yang dikutip dari Investor.id.
Perkiraan kisaran perdagangan rupiah pada pekan depan masih berada di rentang Rp 17.850 hingga Rp 18.150 per dolar AS, sehingga dapat terjadi volatilitas lebih lanjut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow