Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Turun pada 12 Agustus 2026
Kurs dolar AS di bank BCA, Mandiri, BRI, dan BNI mengalami penurunan pada hari Rabu, 12 Agustus 2026. Penurunan ini terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang tercatat di pasar valuta asing Indonesia hari sebelumnya.
Data per 11 Agustus 2026 menunjukkan rupiah melemah sebesar 41 poin atau 0,23% menjadi Rp 17.796 per dolar AS. Hal ini tercermin dari penurunan kurs jual beli dolar di beberapa bank besar di Indonesia.
Bank Central Asia (BCA) mencatatkan kurs e-rate untuk pembelian dolar pada Rp 17.792 dan kurs jual pada Rp 17.812 pada 11 Agustus. Sementara untuk transaksi melalui TT counter dan bank notes, kurs beli dan jual masing-masing adalah Rp 17.620 dan Rp 17.900.
Perbandingan dengan Hari Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan 10 Agustus, kurs e-rate beli dolar di BCA berada pada kisaran Rp 17.807-17.814 dan jual Rp 17.827-17.834. Penurunan kurs ini menandai pergerakan pasar yang responsif terhadap kondisi ekonomi dan pasar global.
Kurs Dolar di Bank Mandiri
Bank Mandiri melaporkan kurs spesial beli dolar pada Rp 17.770 dan jual Rp 17.800 pada 11 Agustus, dengan TT counter mencatat kurs beli Rp 17.575 dan jual Rp 17.875. Kurs bank notes berada di angka beli Rp 17.650 dan jual Rp 17.950.
Perubahan Kurs Mandiri
Perbandingan dari 10 Agustus menunjukkan sedikit penurunan di kurs jual dan beli, menyesuaikan dengan dinamika nilai tukar rupiah yang menguat pada hari sebelumnya.
Kurs Dolar di BRI dan BNI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada 11 Agustus mencatat kurs beli dolar Rp 17.698 dan jual Rp 17.859. Bank Negara Indonesia (BNI) melaporkan kurs spesial beli Rp 17.788 dan jual Rp 17.818, dengan TT counter dan bank notes masing-masing di kisaran Rp 17.600 sampai Rp 17.930 untuk kurs beli dan jual.
Pergerakan Kurs BRI dan BNI
Perbandingan data kurs dari 10 Agustus memperlihatkan penyesuaian turun di kedua bank tersebut yang mencerminkan kondisi pasar yang fluktuatif dalam dua hari terakhir.
Konteks dan Faktor Pengaruh
Fluktuasi nilai tukar ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk penguatan indeks dolar AS yang tercatat naik 0,13% pada 10 Agustus serta dinamika suku bunga The Fed yang menjadi perhatian pelaku pasar global. Pergerakan ini turut memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar domestik.
"Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan kondisi pasar global, sehingga bank-bank besar menyesuaikan kurs jual beli mereka mengikuti dinamika tersebut," ujar analis pasar keuangan dari sebuah lembaga riset keuangan.
Data Kurs Jual Beli Dolar di Bank pada 11 Agustus 2026
| Bank | Kurs Beli (Rp) | Kurs Jual (Rp) |
|---|---|---|
| BCA (e-rate) | 17.792 | 17.812 |
| BCA (TT Counter & Bank Notes) | 17.620 | 17.900 |
| Mandiri (Special Rate) | 17.770 | 17.800 |
| Mandiri (TT Counter) | 17.575 | 17.875 |
| Mandiri (Bank Notes) | 17.650 | 17.950 |
| BRI | 17.698 | 17.859 |
| BNI (Special Rates) | 17.788 | 17.818 |
| BNI (TT Counter) | 17.600 | 17.900 |
| BNI (Bank Notes) | 17.630 | 17.930 |
Pengaruh Suku Bunga The Fed dan Prospek Rupiah
Peningkatan suku bunga The Fed seringkali menyebabkan dolar AS menguat, yang berdampak pada pelemahan rupiah. Hal ini tercermin dalam fluktuasi kurs yang terjadi beberapa hari terakhir. Pelaku pasar memantau kebijakan suku bunga dan kondisi ekonomi global sebagai acuan untuk menentukan posisi dalam valuta asing.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow