Rupiah Melemah ke Rp17.722 per Dolar AS pada 1 September 2026

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa, 1 September 2026, tercatat melemah ke level Rp17.722 per dolar AS di pasar spot Jakarta. Melemahnya rupiah ini terjadi setelah penutupan perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, di mana rupiah berada pada Rp17.693 per dolar AS.

Penurunan nilai tukar rupiah sebesar 29 poin atau 0,16 persen ini juga tercermin pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang melemah ke Rp17.746 per dolar AS pada hari yang sama.

Tekanan Global dan Geopolitik

Menurut analis pasar, pelemahan rupiah dipicu oleh tekanan dari faktor eksternal, terutama ketidakpastian geopolitik global yang terus berlanjut. Ketegangan antara AS dan Iran masih memengaruhi sentimen pasar, menyebabkan dolar AS terus menguat terhadap mata uang lainnya termasuk rupiah.

Kebijakan Suku Bunga The Fed dan Dampaknya

Investor juga mencermati kebijakan moneter The Fed yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada rapat September 2026. Prediksi ini menambah tekanan pada rupiah karena imbal hasil dolar yang lebih menarik dibandingkan aset di negara berkembang.

Situasi Domestik dan Calon Gubernur BI

Di dalam negeri, pasar masih menunggu keputusan penunjukan calon gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031. Ketidakpastian ini turut berkontribusi terhadap volatilitas nilai tukar rupiah saat ini.

Data Perbandingan dan Dampak Melemahnya Rupiah

Secara historis, rupiah telah mengalami fluktuasi sepanjang Agustus 2026 dengan penguatan sebesar 1,66 persen dibandingkan awal bulan. Namun, tekanan pada akhir Agustus menyebabkan nilai tukar kembali melemah pada awal September. Berikut data nilai tukar rupiah terhadap dolar AS selama beberapa hari terakhir:

TanggalNilai Tukar (Rp/USD)Perubahan (%)
28 Agustus 2026Rp17.550
31 Agustus 2026Rp17.693+0,81%
1 September 2026Rp17.722+0,16%

Respon dan Implikasi untuk Pasar

Bursa saham domestik merespon pelemahan rupiah dengan volatilitas yang meningkat. Pelaku pasar diimbau untuk waspada terhadap dinamika geopolitik dan kebijakan moneter global yang masih berlanjut.

"Tekanan pada rupiah hari ini dipengaruhi oleh faktor eksternal yang masih belum stabil, terutama ketegangan geopolitik dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed," ujar Rini Wulandari, Analis Ekonomi dari Pusat Studi Keuangan.

Bank Indonesia sendiri terus memantau perkembangan ini dan siap mengambil langkah stabilisasi jika diperlukan untuk menjaga kestabilan nilai tukar dan perekonomian nasional.

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp17.722 per Dolar AS pada 1 September 2026 | KOMPASTV MADIUN
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow