Harga Bitcoin Turun Tipis Pada 3 Agustus 2026 di Tengah Ketidakpastian Pasar
Harga Bitcoin kembali turun tipis pada 3 Agustus 2026, diperdagangkan sekitar $62.800 di pasar global pada pagi hari ini. Penurunan ini tercatat setelah harga Bitcoin sempat berada di kisaran $62.949 pada 2 Agustus 2026, menunjukkan tekanan pasar yang masih berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Penurunan harga Bitcoin pada hari ini mengikuti tren dalam beberapa hari terakhir di mana aset kripto ini mengalami koreksi kecil. Pada 1 Agustus 2026, harga Bitcoin turun 2,98% menjadi sekitar $62.874,40 dan sempat menyentuh titik rendah $62.571,37 pada 31 Juli 2026. Kapitalisasi pasar Bitcoin pada awal Agustus tercatat sebesar 1,2 triliun dollar AS, menunjukkan bahwa meskipun terkoreksi, Bitcoin masih menjadi aset kripto dengan nilai pasar terbesar.
Pengaruh Suku Bunga The Fed
Penurunan harga Bitcoin tidak lepas dari kebijakan moneter AS yang masih mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75% pada Juli 2026. Meskipun terdapat usulan kenaikan 25 basis poin dari beberapa anggota Federal Open Market Committee (FOMC), keputusan mempertahankan suku bunga ini berdampak pada volatilitas pasar kripto. Suku bunga yang masih tinggi cenderung menekan minat investasi pada aset berisiko seperti Bitcoin.
Penutupan Perusahaan Kripto dan Dampaknya
Pasar kripto juga menghadapi tantangan dari penutupan beberapa perusahaan besar di sektor ini. BitMart yang beroperasi selama 9 tahun mengumumkan penutupan, menyusul langkah BitMEX yang menghentikan operasi setelah 11 tahun. Lebih dari 7.254 pekerjaan telah dipangkas di 12 perusahaan kripto sejak awal tahun 2026. Hal ini mencerminkan tekanan yang cukup besar pada industri yang turut mempengaruhi sentimen investor terhadap harga Bitcoin.
Arus Masuk ETF Bitcoin Spot
Di sisi lain, arus masuk pada ETF Bitcoin spot mengalami peningkatan signifikan, mencapai $233 juta pada akhir Juli 2026, naik dari $32 juta sehari sebelumnya. Akumulasi arus masuk ETF Bitcoin spot kini mendekati $52 miliar, menandakan minat institusi terhadap produk investasi berbasis Bitcoin masih kuat. ETF ini dianggap sebagai salah satu instrumen yang mempengaruhi harga Bitcoin secara langsung karena mencerminkan permintaan pasar institusional.
Dampak Ketegangan AS-Iran dan Pasar Komoditas
Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang meningkat juga memberi tekanan pada pasar keuangan global termasuk Bitcoin. Harga minyak mentah WTI yang diperdagangkan di atas $82 per barel turut mencerminkan kondisi pasar yang tidak stabil. Dalam situasi seperti ini, Bitcoin masih bergerak sideways dengan volatilitas terbatas.
Data Harga dan Pergerakan Terbaru
| Tanggal | Harga Bitcoin (USD) | Perubahan 24 Jam | Perubahan Mingguan |
|---|---|---|---|
| 31 Juli 2026 | 62.571,37 | - | - |
| 1 Agustus 2026 | 62.874,40 | -2,98% | -1,93% |
| 2 Agustus 2026 | 62.949,00 | -0,09% | -2,3% |
| 3 Agustus 2026 | sekitar 62.800 | turun tipis | berlanjut turun |
- Harga Bitcoin bergerak dalam kisaran $62.500 hingga $65.600 dalam sebulan terakhir.
- ETF Bitcoin spot menunjukkan arus dana masuk yang meningkat tajam sebagai sinyal minat institusional.
- Penutupan perusahaan kripto dan pemangkasan tenaga kerja menambah tekanan pasar.
"Kebijakan suku bunga The Fed yang masih ketat dan tekanan geopolitik global menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga Bitcoin saat ini," ujar analis pasar kripto dari FXStreet Indonesia.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow