Harga Bitcoin Turun ke Rp1,12 Miliar pada 17 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Harga Bitcoin turun ke level sekitar Rp1,12 miliar pada Senin, 17 Agustus 2026, dipengaruhi arus keluar uang dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Penurunan ini mencerminkan dinamika pasar kripto yang sedang berlangsung di berbagai bursa global, termasuk Indonesia.

Data terbaru menunjukkan harga Bitcoin pada 15 Agustus 2026 mengalami penurunan sebesar 0,85% dalam 24 jam terakhir, mencapai kisaran US$62.890,48 atau sekitar Rp1,12 miliar dengan kurs Rp17.827 per dolar AS. Dalam satu pekan terakhir, harga Bitcoin turun 3,05% dari harga sebelumnya.

Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar US$1,26 triliun atau sekitar Rp22.463 triliun, menunjukkan posisi signifikan Bitcoin sebagai aset kripto terbesar di dunia. Penurunan harga ini juga didorong oleh arus keluar uang yang tinggi dari ETF Bitcoin spot di AS, yang memengaruhi likuiditas dan sentimen pasar.

Kronologi Penurunan Harga

Pada 14 Agustus 2026 pukul 22.05 WIB, harga Bitcoin sempat turun ke level US$62.530. Kemudian pada 15 Agustus 2026 pukul 06.31 WIB, harga kembali turun 0,92% menjadi US$62.839,89. Meskipun demikian, dalam 1 jam terakhir pada tanggal yang sama, harga sempat naik tipis 0,15%, menunjukkan volatilitas pasar yang masih tinggi.

Faktor Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

Penurunan harga Bitcoin saat ini terutama dipicu oleh arus keluar investasi dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Investor melakukan penjualan yang menyebabkan tekanan jual meningkat dan harga menurun. Selain itu, regulasi yang terus berkembang di berbagai negara juga memengaruhi pergerakan harga Bitcoin, karena kebijakan pemerintah menjadi salah satu faktor utama dalam membentuk sentimen pasar kripto.

Menurut laporan Kompas, arus keluar dari ETF Bitcoin menjadi indikator penting yang memengaruhi harga, terutama karena ETF tersebut menjadi salah satu instrumen investasi utama bagi investor institusional di pasar kripto.

Perbandingan Harga dan Sentimen Pasar

Dibandingkan dengan minggu lalu, harga Bitcoin pada hari ini turun sekitar 3,05%. Hal ini menunjukkan tren koreksi pada pasar kripto yang berlangsung setelah periode kenaikan sebelumnya. Investor dan analis pasar memantau dengan seksama perkembangan regulasi dan dinamika investasi ETF untuk melihat potensi pergerakan harga selanjutnya.

Peran Regulasi dan Arus Dana

Regulasi di berbagai negara terus menjadi faktor dominan yang memengaruhi harga Bitcoin. Kebijakan yang ketat dapat meningkatkan tekanan jual, sementara kebijakan yang mendukung inovasi kripto dapat menstimulasi kenaikan harga.

Arus keluar dana dari ETF Bitcoin menjadi salah satu sinyal pasar yang diperhatikan, karena menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap aset ini. Seperti yang dilaporkan, tingginya arus keluar dari ETF pada akhir Juli dan awal Agustus 2026 menyebabkan tekanan turun pada harga Bitcoin.

Informasi Tambahan dan Konteks

Selain Bitcoin, aset kripto lain seperti Ethereum dan Ripple juga menunjukkan pergerakan harga yang berisiko mengalami koreksi saat tekanan bearish meningkat. Namun, Bitcoin tetap menjadi entitas utama dan indikator utama dalam pasar kripto global.

"Arus keluar uang dari ETF Bitcoin spot AS menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir," ujar analis pasar kripto dari Kompas.
Jangan Beli Bitcoin Sekarang Waktu Terbaik Untuk Beli dan Jual Bitcoin | Salam Sukses

Disclaimer: Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed