Harga Bitcoin Naik ke Rp1,14 Miliar Hari Ini 18 Agustus 2026
Harga Bitcoin naik signifikan 2,32% menjadi sekitar $64.238,79 atau setara Rp1,14 miliar pada Selasa pagi, 18 Agustus 2026 pukul 05.59 WIB, di tengah aksi short squeeze yang menggerakkan pasar kripto global. Kenaikan ini terjadi di pasar digital utama dengan kapitalisasi mencapai $1,28 triliun atau Rp22.828 triliun, menunjukkan posisi Bitcoin sebagai aset lindung nilai di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Ethereum juga mengalami kenaikan 1,89% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di harga $1.909,67 atau sekitar Rp34 juta pada pukul 06.20 WIB, dengan kapitalisasi pasar sebesar $230 miliar atau Rp4.101 triliun. Data ini memperlihatkan tren positif di pasar aset digital utama pada hari ini.
Menurut analisis dari beberapa sumber, korelasi kuat Bitcoin dan Ethereum dengan emas mencapai 76%, mengindikasikan bahwa kedua aset kripto tersebut mulai berperan sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi yang masih menjadi perhatian investor global.
Harga Bitcoin dan Ethereum Hari Ini
Harga Bitcoin pada 18 Agustus 2026 menanjak dari posisi sebelumnya sekitar $62.956 pada 17 Agustus 2026 yang sempat turun 0,19% dalam sehari. Sedangkan Ethereum naik dari harga $1.874 yang tercatat pada 17 Agustus 2026, meningkat 1,89% hari ini.
Pergerakan ini didukung oleh aktivitas pasar yang meningkat, meskipun ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar sebesar $390 juta pekan lalu hingga Jumat, secara kumulatif arus masuk tetap positif sebesar $51,79 miliar dengan aset bersih mencapai $76,61 miliar. ETF Ethereum spot juga mengalami arus keluar $2,26 juta, namun total arus masuk tetap positif di angka $11,45 miliar dengan aset bersih $10,52 miliar.
Korelasi dengan Emas dan Inflasi
Bitcoin dan Ethereum menunjukkan korelasi yang kuat dengan emas, yang menandakan bahwa aset kripto mulai menjadi alternatif lindung nilai terhadap inflasi. Hal ini penting karena tingkat inflasi global masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi keputusan investasi di pasar keuangan saat ini.
"Korelasi tinggi antara Bitcoin dengan emas memperkuat peran kripto sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi," ujar analis pasar dari Money Kompas.
Data Arus ETF dan Dampaknya pada Pasar
Meski terjadi arus keluar pada ETF Bitcoin dan Ethereum spot pekan lalu, pasar menunjukkan sentimen positif dengan arus masuk kumulatif yang tetap besar. ETF spot XRP bahkan mencatat arus masuk pekan kelima berturut-turut sebesar $2,25 juta, dengan aset bersih mencapai $933 juta, menunjukkan diversifikasi minat investor di berbagai aset kripto.
| Kripto | Harga (18 Agustus 2026) | Perubahan 24 Jam | Kapitalisasi Pasar | Arus ETF Pekan Lalu |
|---|---|---|---|---|
| Bitcoin | $64.238,79 (Rp1,14 miliar) | +2,32% | $1,28 triliun (Rp22.828 triliun) | Keluar $390 juta |
| Ethereum | $1.909,67 (Rp34 juta) | +1,89% | $230 miliar (Rp4.101 triliun) | Keluar $2,26 juta |
| XRP | – | – | – | Masuk $2,25 juta |
Faktor Penggerak dan Regulasi
Kenaikan harga Bitcoin pada hari ini didorong oleh aksi short squeeze yang menekan posisi short seller di pasar. Selain itu, pengaruh inflasi global yang masih tinggi membuat investor mencari aset yang dapat mengamankan nilai kekayaan mereka, termasuk kripto yang sudah mulai diakui sebagai instrumen lindung nilai.
Pertanyaan seperti "kenapa harga bitcoin naik 2026" dan "bagaimana pengaruh inflasi ke harga kripto" menjadi sangat relevan, mengingat dinamika ekonomi makro dan kebijakan moneter global yang terus bergerak.
Mengenai regulasi, otoritas di Amerika Serikat terus mengawasi pasar kripto dengan ketat, terutama dalam pengaturan ETF Bitcoin dan Ethereum, yang menjadi instrumen penting bagi investor institusi dan ritel. Hal ini menimbulkan pertanyaan "siapa yang mengatur regulasi kripto di AS" yang kini dijawab oleh SEC sebagai badan pengawas utama.
"Investor harus memahami risiko dan peluang pasar kripto dengan cermat, terutama dalam kondisi volatil seperti saat ini," kata analis dari FXStreet-ID.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow