Filipina Tetapkan Aturan Tegas Menyanyi Lagu Kebangsaan Lupang Hinirang

Smallest Font
Largest Font

Pada 12 Agustus 2026, Filipina menetapkan aturan ketat terkait penyanyian lagu kebangsaan "Lupang Hinirang" yang wajib dinyanyikan dengan semangat di seluruh wilayah negara tersebut. Aturan ini berlaku untuk setiap warga yang harus berdiri dan menyanyikan lagu dengan tempo 100-120 ketukan per menit.

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berujung pada denda hingga US$5.590 atau sekitar Rp74,3 juta, serta hukuman penjara satu tahun bagi yang tidak menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh semangat. Selain itu, pelanggar yang mengulangi kesalahan dapat dikenai sanksi penjara dan denda tambahan sebesar 50.000 sampai 100.000 peso Filipina (sekitar Rp13 juta–Rp26 juta), menurut laporan dari news.okezone.com dan bbc.com.

Kewajiban ini juga diterapkan pada anak-anak sekolah yang wajib menghafal lirik "Lupang Hinirang" sebagai bagian dari pendidikan nasional. Setiap warga Filipina wajib berdiri saat lagu kebangsaan dimainkan atau dinyanyikan, sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol negara.

Ketentuan Pemerintah dan Sanksi

Pemerintah Filipina mengatur secara rinci bahwa lagu kebangsaan harus dinyanyikan dengan tempo antara 100 hingga 120 ketukan per menit untuk menjaga kesakralan dan semangat nasionalisme. Ketentuan ini ditegakkan dengan ancaman denda dan hukuman penjara bagi pelanggar.

Menurut data BBC Indonesia dan Okezone, pelanggaran tidak hanya sekadar tidak menyanyi, tetapi juga termasuk penyanyian dengan sikap tidak hormat atau tanpa semangat, yang dianggap merendahkan nilai nasionalisme.

Implementasi di Masyarakat dan Sekolah

Di sekolah-sekolah Filipina, anak-anak diwajibkan untuk menghafal lirik lagu kebangsaan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan. Hal ini bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini dan memastikan generasi muda memahami makna lagu kebangsaan.

Setiap warga yang hadir dalam upacara resmi maupun acara nasional diharuskan berdiri tegap selama lagu kebangsaan berlangsung sebagai bentuk penghormatan.

Konteks Nasional dan Hubungan Regional

Di tengah persiapan SEA Games 2025, dimana Filipina U-22 akan bertanding melawan Indonesia U-22 pada 8 Desember 2025, semangat nasionalisme melalui lagu kebangsaan menjadi semakin penting. Timnas Filipina U-22 membawa 13 pemain yang berkarier di luar negeri, menandakan kesiapan mereka di kancah regional.

Selain fokus pada olahraga, Filipina juga menjalin kerja sama akademik dengan universitas Indonesia, seperti penandatanganan MoU antara Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan Nueva Ecija University of Science and Technology pada 6 Oktober 2025, memperkuat hubungan bilateral di bidang pendidikan.

Respon dan Pentingnya Penghormatan Lagu Kebangsaan

Menurut laporan BBC Indonesia, pemerintah Filipina sangat menekankan pentingnya penghormatan terhadap lagu kebangsaan sebagai simbol identitas dan persatuan nasional.

"Lagu kebangsaan bukan sekadar lagu, tetapi cerminan jiwa dan semangat bangsa Filipina," ujar pejabat pemerintah Filipina.

Aturan ketat ini menunjukkan bagaimana negara menjaga martabat dan kehormatan nasional melalui simbol-simbol resmi seperti "Lupang Hinirang".

Lagu Kebangsaan FILIPINA - Lupang Hinirang | Twin G

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed