Langkah Pertama Penting dalam Menyusun Teks Eksplanasi 2026

Smallest Font
Largest Font

Langkah pertama yang harus diperhatikan dalam menyusun teks eksplanasi adalah menentukan topik atau tema. Tahapan ini sangat krusial karena menentukan arah dan fokus seluruh isi teks eksplanasi yang akan dibuat.

Menentukan topik menjadi pondasi utama dalam menyusun teks eksplanasi. Tanpa topik yang jelas, proses penulisan akan kehilangan arah sehingga informasi yang disampaikan kurang fokus dan kurang sistematis.

Dari pengalaman saya menangani berbagai penulisan teks eksplanasi, kesalahan umum yang sering terjadi adalah penulis langsung membuat kerangka tanpa menentukan topik terlebih dahulu. Akibatnya, isi teks menjadi melebar dan tidak terarah.

Hubungan Topik dengan Proses Penulisan Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi menjelaskan proses sebab-akibat dari fenomena tertentu secara ilmiah dan sistematis. Oleh sebab itu, topik yang dipilih harus berkaitan dengan fenomena alam, sosial, budaya, atau ilmiah yang ingin dijelaskan.

Misalnya, topik tentang fenomena alam seperti gempa bumi atau banjir akan mengarahkan penulis untuk mengumpulkan data dan bahan yang relevan terkait proses terjadinya fenomena tersebut.

Tips Memilih Topik yang Tepat untuk Teks Eksplanasi

  1. Pilih fenomena yang jelas dan spesifik, hindari topik yang terlalu luas agar penjelasan tidak bertele-tele.
  2. Pastikan topik memiliki aspek sebab-akibat yang kuat sehingga teks eksplanasi dapat menjelaskan 'mengapa' dan 'bagaimana' fenomena itu terjadi.
  3. Sesuaikan topik dengan sumber bahan yang tersedia, baik dari buku, artikel, wawancara, atau pengamatan langsung.
  4. Pilih topik yang sesuai dengan tujuan pembaca, misalnya fenomena sosial untuk pembaca yang tertarik pada isu masyarakat.

Langkah-Langkah Menentukan Topik yang Efektif

1. Identifikasi Fenomena yang Ingin Dijelaskan

Langkah pertama adalah mengenali fenomena yang menarik dan relevan untuk dijelaskan. Fenomena ini bisa berupa kejadian alam, sosial, atau budaya yang nyata dan memiliki proses yang bisa dipaparkan secara ilmiah.

2. Riset Awal untuk Mengetahui Ketersediaan Informasi

Setelah menentukan fenomena, lakukan riset awal dengan membaca buku, artikel, atau sumber lain untuk memastikan bahwa informasi yang diperlukan cukup lengkap untuk mendukung penjelasan.

3. Batasi Topik agar Tidak Terlalu Umum

Dalam kasus yang sering saya temui, topik yang terlalu luas membuat penulis kesulitan mengatur kerangka tulisan. Batasi fokus penjelasan agar pembaca bisa memahami proses dengan jelas tanpa kebingungan.

4. Tentukan Sudut Pandang Penjelasan

Pilih aspek spesifik dari fenomena yang akan dijelaskan, misalnya proses terjadinya hujan atau dampak sosial dari kenakalan remaja. Sudut pandang ini membantu menajamkan fokus penulisan.

Mengumpulkan Bahan Setelah Menentukan Topik

Setelah topik dipastikan, tahap berikutnya adalah mengumpulkan bahan. Ini langkah penting untuk memastikan teks eksplanasi yang dibuat kaya informasi dan akurat.

Mulyadi (2013:176) menyebutkan bahwa mengumpulkan bahan bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari membaca buku, majalah, koran, melakukan wawancara dengan ahli, hingga pengamatan langsung pada fenomena yang akan dijelaskan.

Metode Mengumpulkan Bahan yang Efektif

  • Membaca literatur ilmiah dan sumber terpercaya untuk mendapatkan data valid.
  • Melakukan wawancara dengan narasumber yang paham tentang fenomena tersebut.
  • Menonton video dokumentasi atau melihat gambar yang relevan untuk memahami proses secara visual.
  • Melakukan pengamatan langsung jika memungkinkan.

Membuat Kerangka Teks Eksplanasi Berdasarkan Topik

Setelah bahan terkumpul, penting untuk membuat kerangka tulisan. Kerangka ini menjadi panduan agar penulisan menjadi sistematis dan runtut, sesuai dengan struktur teks eksplanasi yang benar.

Struktur teks eksplanasi biasanya terdiri dari pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi atau kesimpulan. Kerangka harus mengatur bahan sesuai dengan struktur ini.

Pentingnya Kerangka dalam Menyusun Teks Eksplanasi

Kerangka membantu membagi isi menjadi bagian-bagian yang mudah dipahami dan menghindari pengulangan atau penjelasan yang tidak relevan. Dari pengalaman saya, penulis yang melewatkan tahap ini sering kali membuat teks yang kurang fokus dan membingungkan pembaca.

Tips Menulis Teks Eksplanasi Supaya Jelas dan Informatif

Setelah kerangka siap, penulisan teks eksplanasi harus memperhatikan beberapa hal agar pesan tersampaikan dengan efektif.

  • Gunakan bahasa yang baku dan mudah dipahami, hindari istilah teknis tanpa penjelasan.
  • Jelaskan proses sebab-akibat secara runtut dan logis, jangan melompat-lompat antar ide.
  • Sisipkan data atau fakta yang mendukung untuk memperkuat penjelasan.
  • Periksa kembali kesesuaian fakta dan data dengan sumber referensi yang valid.

Contoh Tema Teks Eksplanasi yang Sering Digunakan

Beberapa tema yang populer untuk teks eksplanasi mencakup berbagai fenomena alam dan sosial.

Jenis FenomenaContoh Tema
Fenomena AlamBanjir, Gempa Bumi, Hujan, Tsunami, Pelangi
Fenomena SosialNarkoba, Kenakalan Remaja, Tawuran Pelajar
Fenomena BudayaTradisi Upacara Adat, Perayaan Hari Besar

Memilih tema yang sesuai dengan minat dan kemampuan penulis akan meningkatkan kualitas penulisan teks eksplanasi.

Peran Penentuan Topik dalam Mengoptimalkan Teks Eksplanasi

Penentuan topik bukan hanya langkah administratif, tetapi juga strategi untuk mengoptimalkan dampak teks eksplanasi. Dengan topik yang tepat, penulis bisa menyampaikan informasi secara fokus, memudahkan pembaca memahami proses, dan memenuhi tujuan edukasi teks eksplanasi.

Menurut Desi Damayanti dan Tim Bmedia dalam buku Mandiri Belajar Tematik SD/MI Kelas 6 Semester 1 (2021), langkah awal menentukan topik sangat penting karena menjadi landasan dalam menulis teks eksplanasi.

Begitu juga Taufigur Rahman dalam bukunya menegaskan bahwa topik menentukan arah penjabaran sebab-akibat dalam teks, sehingga harus dipilih dengan cermat dan relevan.

Langkah-Langkah Menulis Teks Eksplanasi | Maestro Digital Education

Kesalahan Umum Saat Memulai Menyusun Teks Eksplanasi

Dalam praktik sehari-hari, saya sering menemukan penulis yang terburu-buru menulis tanpa menentukan topik terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan isi teks menjadi tidak fokus dan sulit dipahami.

Kesalahan lain adalah memilih topik terlalu luas sehingga bahan yang dikumpulkan menjadi tidak terarah dan proses penulisan memakan waktu lebih lama.

Penting untuk menghindari kesalahan ini dengan melakukan langkah pertama secara tepat dan terencana.

Rekomendasi Final untuk Menyusun Teks Eksplanasi yang Efektif

Menentukan topik sebagai langkah pertama dalam menyusun teks eksplanasi bukan sekadar formalitas, melainkan kunci utama agar penulisan berjalan sistematis dan informatif.

Fokus pada topik yang spesifik, relevan, dan memiliki proses sebab-akibat yang jelas akan memudahkan pengembangan isi dan membuat teks lebih mudah dipahami pembaca. Proses ini harus dipadukan dengan pengumpulan bahan yang cukup dan pembuatan kerangka yang terstruktur.

Dengan mengikuti langkah ini secara disiplin, kualitas teks eksplanasi akan meningkat dan mampu memenuhi tujuan edukasi secara optimal di tahun 2026.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow