Contoh “maaf…terima kasih” 7 kalimat tidak setuju santun agar diskusi tetap aman hari ini

Smallest Font
Largest Font

Kalimat pernyataan tidak setuju yang santun itu bisa dibuat rapi dan tidak bikin suasana panas—bahkan saat kamu merasa pendapat lawan bicara kurang tepat. Pola yang sering dipakai adalah diawali kata “maaf” dan diakhiri kata “terima kasih”, lalu disusul isi penolakan secara objektif.

Dalam praktik diskusi, banyak orang gagal bukan karena isinya salah, melainkan karena bahasanya terlalu tajam, terlalu singkat, atau tidak memberi ruang untuk solusi. Di bawah ini aku tunjukkan langkah yang bisa kamu pakai hari ini, lengkap dengan contoh kalimat dan cara merapikannya agar tetap santun.

Inti dari pernyataan tidak setuju yang santun adalah menyampaikan ketidaksepahaman tanpa emosi berlebihan, tanpa serangan personal, dan dengan alasan yang logis. Dari pengalaman saya, saat orang benar-benar ingin menjaga hubungan, mereka cenderung mengurangi kata-kata yang terdengar menghakimi.

Penolakan pendapat juga memang perlu menggunakan bahasa santun. Dalam buku Big Book Bahasa Indonesia & Bahasa Inggris SMP Kelas 1, 2, & 3 oleh Idhoofiyatul Fatin, dkk (2016:295), disebutkan bahwa penolakan pendapat harus menggunakan bahasa santun. Artinya, cara menyanggah itu bukan cuma “isi”, tetapi juga “cara bicara”.

Salah satu ciri yang sering muncul adalah adanya kata pertentangan seperti “tetapi”, “namun”, atau “akan tetapi”. Kata penghubung ini membantu pendengar memahami: kamu tidak menolak orangnya, kamu hanya berbeda pendapat.

Tujuan utama kalimat tidak setuju yang santun

Tujuan utamanya sederhana: menyampaikan ketidaksetujuan sekaligus menjaga rasa hormat. Dari kasus yang sering saya temui di kelompok belajar dan rapat kelas, kalimat yang santun membuat diskusi tetap berjalan karena orang lain tidak merasa dipermalukan.

KBBI menjelaskan bahwa sanggahan adalah bantahan atau pendapat lain atas suatu pendapat. Nah, bantahan yang baik tetap butuh etika bahasa. Jadi, kamu boleh berbeda, tetapi tetap memakai tutur yang terjaga.

Kesalahan umum yang saya lihat saat orang menyatakan tidak setuju

Biasanya masalahnya ada pada tiga hal: (1) tidak memberi konteks, (2) memakai kata yang terdengar merendahkan, dan (3) langsung menutup pembicaraan tanpa ruang alternatif. Kalau tiga hal ini terjadi, diskusi mudah berubah jadi debat.

Kesalahan paling sering: orang menyusun kalimat seolah-olah lawan bicara salah total. Padahal, di kalimat tidak setuju yang santun, kamu bisa menyatakan bahwa pendapatnya perlu diperjelas atau perlu dicari jalan keluar tanpa menjatuhkan kredibilitas orangnya.

Langkah berurutan menyusun pernyataan tidak setuju yang santun

Supaya kamu tidak bingung saat menulis atau berbicara, pakai urutan ini. Setiap langkah punya fungsi nyata: membangun rasa aman, menyampaikan ketidaksepahaman secara jelas, lalu menutup dengan sopan.

  1. Mulai dengan kata “maaf” untuk membuka nada yang rendah hati.

  2. Afirmasi singkat bagian yang kamu setujui atau ungkapkan apresiasi terhadap gagasan lawan bicara.

  3. Gunakan kata pertentangan seperti “namun” / “tetapi” / “akan tetapi” untuk menandai bagian ketidaksetujuan.

  4. Sampaikan alasan penolakan dengan kalimat yang objektif: jelaskan bagian mana yang kurang tepat atau perlu diperbaiki.

  5. Berikan arah solusi atau alternatif: sebutkan “jalan keluar yang terbaik” atau usulkan pertimbangan yang lebih sesuai.

  6. Akhiri dengan kata “terima kasih” agar interaksi tetap sopan.

Dari pengalaman saya menangani diskusi kelompok, langkah nomor 4 sering dianggap “teknis” padahal justru penentu apakah kalimatmu terdengar dewasa. Kalau alasanmu jelas, orang biasanya lebih mudah menerima perbedaan.

Template pola kalimat yang bisa langsung kamu isi

Template ini mengikuti pola yang disebutkan dalam contoh kalimat: diawali “maaf” dan diakhiri “terima kasih”. Setelah itu, kamu tinggal ganti isi bagian tengah sesuai konteks.

Template: “Maaf, [apresiasi singkat/pengakuan], namun [ketidaksetujuan], karena [alasan], sehingga [alternatif/jalan keluar]. Terima kasih.”

Perhatikan bahwa kata “karena” membuat penolakan terasa berbasis alasan, bukan sekadar emosi. Kalau kamu hanya berkata “tidak setuju” tanpa alasan, diskusi cenderung macet.

Contoh kalimat pernyataan tidak setuju yang santun untuk situasi diskusi

Agar lebih mudah dipraktikkan, berikut contoh yang bisa kamu sesuaikan. Saya buat gaya bahasanya tetap konsisten: sopan, objektif, dan ada ruang alternatif.

1) Tidak setuju karena butuh jalan keluar yang lebih baik

“Saudara pembicara, pendapat Anda bagus, namun perlu dicari jalan keluar yang terbaik. Terima kasih.”

Contoh di atas merujuk pada pilihan yang disebutkan dalam materi: kalimat pernyataan tidak setuju yang santun adalah “Saudara pembicara, pendapat Anda bagus, namun perlu dicari jalan keluar yang terbaik”.

2) Tidak setuju dengan usulan, tetapi tetap menghargai

“Maaf, saya memahami maksud Anda, tetapi saya kurang setuju pada bagian [X] karena [alasan]. Saya usulkan [alternatif] agar tujuan kita lebih tepat. Terima kasih.”

3) Tidak setuju karena perlu data/penjelasan tambahan

“Maaf, pendapat Anda sudah baik, namun saya perlu menegaskan bahwa [klaim] belum cukup jelas. Karena itu, kita perlu menambahkan [informasi] sebelum memutuskan. Terima kasih.”

4) Tidak setuju, namun menawarkan perubahan format/arah

“Maaf, saya tidak sepenuhnya setuju, tetapi saya melihat ada peluang perbaikan pada [bagian]. Jika kita ubah menjadi [alternatif], kemungkinan hasilnya akan lebih sesuai. Terima kasih.”

5) Tidak setuju dengan detail, bukan menolak keseluruhan gagasan

“Maaf, saya menghargai gagasan besarnya, namun yang perlu ditinjau adalah detail [Y]. Dengan menyesuaikan [detail], pendapat ini bisa menjadi lebih kuat. Terima kasih.”

6) Tidak setuju karena ada risiko praktis

“Maaf, ide Anda menarik, namun saya kurang setuju karena penerapannya berpotensi menimbulkan [risiko] pada kondisi [konteks]. Kita bisa pilih cara [alternatif] yang lebih aman. Terima kasih.”

7) Tidak setuju secara halus saat forum sedang ramai

“Maaf, saya ingin menambahkan pandangan berbeda: namun saya melihat ada [kekurangan]. Jika kita pertimbangkan [solusi], arah diskusi akan lebih tepat. Terima kasih.”

Kalau kamu perhatikan, setiap contoh selalu punya tiga komponen: pembukaan sopan, bagian ketidaksetujuan yang jelas (dengan “namun/tetapi/akan tetapi”), dan penutup “terima kasih”. Ini membantu pendengar menangkap pesan tanpa tersinggung.

Rapi-kan kalimatmu dengan komponen inti dan variasi kata

Supaya kalimat tidak terdengar kaku, kamu perlu mengatur komponen inti. Saya sarankan kamu membangun kalimat seperti merakit paragraf: tiap bagian punya perannya.

Komponen yang membentuk pernyataan tidak setuju yang santun (contoh struktur kalimat)
KomponenIsi yang dipakaiFungsi di kalimat
PembukaMaafMenurunkan nada dan menjaga sopan santun
AfirmasiPendapat bagus / saya memahami maksud AndaMencegah penolakan terdengar menyerang pribadi
Penghubung ketidaksepahamanNamun / Tetapi / Akan tetapiMenandai bagian penolakan secara terarah
AlasanKarena [alasan objektif]Membuat sanggahan masuk akal
AlternatifSehingga [jalan keluar yang terbaik] / saya usulkan [alternatif]Menjaga diskusi tetap produktif
PenutupTerima kasihMenutup interaksi secara sopan

Dari pengalaman saya, banyak orang berhenti setelah memberi alasan. Padahal, satu kalimat alternatif sering jadi pembeda antara “sanggahan yang membuat orang diam” dan “sanggahan yang mengundang solusi”.

Variasi kata pertentangan yang aman untuk dipakai

  • Namun: cocok untuk penolakan yang disertai alasan.

  • “Tetapi”: membantu transisi dari persetujuan awal menuju ketidaksetujuan.

  • “Akan tetapi”: terdengar lebih formal untuk forum yang resmi.

Jika kamu ragu memilih kata, pakai “namun”. Dalam banyak contoh kalimat tidak setuju yang santun, kata ini paling sering dipakai karena transisinya halus.

Atur gaya bicara: sopan, objektif, dan tidak menjatuhkan

Kalimat tidak setuju yang santun harus terdengar objektif dan logis, bukan emosional. Dalam materi mengenai kalimat tidak setuju yang santun, penekanan utamanya adalah tanpa marah, tanpa emosi, dan tanpa prasangka negatif.

Prinsip praktis yang saya pegang: pisahkan “pendapat” dari “orangnya”. Kamu boleh menolak ide, tetapi tidak menilai karakter. Kalau kamu terlanjur menyebut sifat pribadi, lawan bicara biasanya akan defensif.

Gaya yang sebaiknya kamu hindari

Hindari frasa yang membuat kamu terdengar menghakimi, misalnya menyatakan bahwa lawan bicara “tidak paham sama sekali”. Lebih baik gunakan kalimat yang menyatakan kebutuhan perbaikan, seperti “perlu dipertimbangkan ulang” atau “butuh penjelasan tambahan”.

Hindari juga kalimat yang terlalu singkat. Ketika kamu hanya menulis “saya tidak setuju”, orang biasanya tidak tahu alasanmu sehingga diskusi berulang ke titik yang sama.

Gaya yang sebaiknya kamu gunakan

Gunakan kalimat yang menempatkan alasan dalam kerangka logis. Misalnya, jika ada perbedaan pada data atau kesesuaian dengan tujuan, sampaikan dengan jelas bagian mana yang kurang pas dan apa alternatif yang lebih selaras.

Kalimat “Saudara pembicara, pendapat Anda bagus, namun perlu dicari jalan keluar yang terbaik” menunjukkan pola yang kuat: apresiasi terlebih dahulu, lalu ketidaksetujuan yang diarahkan ke solusi.

Latihan cepat menyusun kalimat tidak setuju yang santun sebelum bicara

Sebelum kamu mengutarakan sanggahan, siapkan versi singkat dan versi lengkap. Tujuannya menghindari gagap dan mencegah kamu terseret emosi saat lawan bicara mulai menekan.

Langkah latihan 5 menit yang bisa langsung kamu lakukan

  1. Tulis 1 kalimat pendapat lawan bicara versi ringkas (cukup inti, tanpa menyebut orangnya salah).

  2. Tulis 1 kalimat apresiasi singkat, lalu pilih kata penghubung: namun / tetapi / akan tetapi.

  3. Tulis alasan objektif dalam format “karena [alasan]”.

  4. Tulis alternatif dalam format “saya usulkan [alternatif]” atau “perlu dicari jalan keluar yang terbaik”.

  5. Rapikan pembuka dan penutup: mulai “maaf”, tutup “terima kasih”.

Kalau kamu sering merasa “buntu” saat berbicara, latihan ini membantu karena kamu sudah menyiapkan kerangka. Dari pengalaman saya, orang yang siap kerangka biasanya lebih tenang saat suasana diskusi meningkat.

Kontra-argumen yang tetap santun (opsi penguatan)

  • Tambahkan contoh konkret dari pengalaman atau pengamatan (tanpa menyalahkan orang).

  • Ganti istilah yang tajam dengan istilah yang netral, seperti “perlu penyesuaian”.

  • Jika belum punya alasan yang kuat, gunakan pendekatan “perlu ditinjau” sambil menunggu klarifikasi.

Gunakan opsi di atas hanya jika sesuai. Jangan memaksakan detail yang tidak kamu kuasai, karena justru membuat kalimat terdengar tidak meyakinkan.

Video pembelajaran yang bisa kamu jadikan penguatan bahasa

Video Pembelajaran Kelas 6 Bahasa Indonesia Materi Kalimat Pernyataan | SDN Sunyaragi 1

Gunakan video sebagai “pemeriksa ritme” kalimat. Saat kamu meniru intonasi dan jeda, biasanya kalimat tidak setuju yang santun terasa lebih natural dan tidak terkesan memojokkan.

Checklist final sebelum mengirim atau mengucapkan sanggahan

Checklist ini penting agar kamu tidak terseret ke gaya yang keras. Pakai saat menulis pesan singkat, saat menjawab forum kelas, atau ketika berdiskusi dalam kelompok kerja.

Pastikan semua poin ini terpenuhi

  • Kalimat diawali dengan “maaf”.

  • Ada kata pertentangan: namun / tetapi / akan tetapi.

  • Alasan penolakan ditulis secara objektif, tanpa serangan pribadi.

  • Ada alternatif atau jalan keluar yang lebih baik.

  • Kalimat diakhiri dengan “terima kasih”.

Kalau salah satu poin hilang, perbaiki sebelum kamu mengirim. Dari pengalaman saya, penutup “terima kasih” dan pembuka “maaf” sering jadi penyangga paling terasa untuk menjaga relasi tetap aman.

Memang benar, tidak setuju tidak harus berarti memusuhi. Dengan pola “maaf…terima kasih”, kata pertentangan yang tepat, alasan yang logis, dan alternatif yang ditawarkan, kamu bisa menyanggah dengan dewasa dan tetap membuat diskusi bergerak maju.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed