Nilai Tukar Rupiah Terkoreksi ke Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Jumat, 7 Agustus 2026, tercatat melemah ke level sekitar Rp18.000 per USD di pasar spot Jakarta. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan pasar global dan ketidakpastian ekonomi yang memengaruhi sentimen investor domestik dan internasional.

Data resmi Bank Indonesia menunjukkan kurs jual dolar AS berada di Rp18.008,60 dan kurs beli di Rp17.829,40 pada perdagangan hari ini. Dibandingkan dengan posisi kemarin yang masih di kisaran Rp17.900-an, rupiah mengalami depresiasi yang cukup signifikan.

Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh faktor eksternal, antara lain penguatan dolar AS secara global yang didorong oleh kebijakan moneter ketat The Fed dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Di sisi lain, kondisi pasar dalam negeri juga belum mampu menopang penguatan rupiah secara signifikan.

Penguatan Dolar AS

Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama dunia, membuat rupiah ikut terkoreksi. Kebijakan suku bunga acuan The Fed yang tetap agresif menimbulkan tekanan pada mata uang negara berkembang seperti Indonesia. Investor cenderung mencari aset berdenominasi dolar sebagai safe haven.

Kondisi Ekonomi Domestik

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia masih stabil, tekanan dari pasar global membuat rupiah sulit menguat. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar keuangan dunia yang meningkat.

Data Perbandingan Kurs Rupiah

TanggalKurs Jual (Rp/USD)Kurs Beli (Rp/USD)
6 Agustus 202617.900,0017.730,00
7 Agustus 202618.008,6017.829,40

Respons dan Pernyataan Bank Indonesia

Bank Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan nilai tukar dan pasar keuangan global agar stabilitas moneter tetap terjaga. Otoritas moneter ini menegaskan kesiapan untuk melakukan intervensi pasar jika diperlukan untuk meredam volatilitas berlebihan.

"Kami akan terus menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap kondusif bagi perekonomian nasional," ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, dalam keterangan resmi hari ini.

Bank Indonesia juga mengingatkan pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap dinamika pasar global yang berpotensi memengaruhi nilai tukar.

Pengaruh bagi Pelaku Ekonomi dan Masyarakat

Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor, sehingga berdampak pada harga barang dan inflasi. Pelaku usaha di sektor impor dan konsumen diimbau untuk mempersiapkan strategi antisipasi terhadap fluktuasi nilai tukar ini.

Update Kurs Rupiah 5 Agustus 2026 Kabar Siang | tvOneNews
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed