Nabi yang Menerima Suhuf dan Jumlahnya Menurut Islam Hari Ini
Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, penting untuk memahami siapa saja nabi yang menerima suhuf dan berapa jumlah suhuf yang diturunkan dalam ajaran Islam. Suhuf merupakan wahyu dalam bentuk lembaran yang diterima oleh beberapa nabi sebelum diturunkannya kitab suci lengkap seperti Al Quran.
Suhuf adalah wahyu yang berupa lembaran-lembaran tulisan yang belum dibukukan secara resmi sebagai kitab. Berbeda dengan kitab suci yang telah dikodifikasi dan menjadi pedoman umat seperti Taurat, Zabur, Injil, dan Al Quran. Dalam Islam, terdapat empat kitab suci utama yang wajib diimani, yaitu:
- Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa
- Kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi Dawud
- Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa
- Kitab Al Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
Sementara itu, suhuf adalah bentuk wahyu yang lebih awal dan dalam bentuk lembaran yang belum disusun menjadi kitab.
Nabi yang Menerima Suhuf dan Jumlahnya
Menurut penggabungan pendapat ulama yang dilaporkan oleh mediaindonesia.com dan detik.com, terdapat lima nabi yang menerima suhuf dengan jumlah total 110 lembaran, yaitu:
| Nabi | Jumlah Suhuf |
|---|---|
| Nabi Adam | 10 suhuf |
| Nabi Syits | 50 suhuf |
| Nabi Idris | 30 suhuf |
| Nabi Ibrahim | 10 suhuf |
| Nabi Musa | 10 suhuf |
Nabi Adam menerima 10 suhuf pertama, diikuti oleh Nabi Syits yang menerima 50 suhuf, Nabi Idris dengan 30 suhuf, Nabi Ibrahim dan Nabi Musa masing-masing 10 suhuf. Suhuf ini berisi wahyu yang menjadi petunjuk umat pada masa itu sebelum kitab suci lengkap diturunkan.
Isi Suhuf Nabi Sebelum Al Quran
Isi suhuf yang diterima oleh para nabi tersebut berisi wahyu dan ajaran yang menjadi pedoman bagi umat mereka pada masa itu. Meski suhuf tidak selengkap kitab suci yang dibukukan, suhuf tetap merupakan petunjuk dari Allah yang wajib diimani oleh umat Islam. Suhuf memberikan fondasi ajaran sebelum kitab-kitab suci yang lebih lengkap turun.
Peran Suhuf dalam Islam
Menurut laporan Kompas, suhuf menegaskan bahwa Allah telah memberikan petunjuk secara bertahap kepada para nabi terdahulu, sebagai bagian dari proses penyampaian wahyu. Hal ini memperlihatkan kesinambungan ajaran Islam dari zaman ke zaman hingga diwahyukannya Al Quran kepada Nabi Muhammad.
Hubungan Suhuf dan Kitab Taurat yang Diterima Nabi Musa
Nabi Musa tidak hanya menerima 10 suhuf, tetapi juga kitab Taurat yang menjadi pedoman utama umat Yahudi. Menurut detik.com, kitab Taurat adalah bagian dari kitab suci yang lebih lengkap dibandingkan suhuf yang diterimanya. Kitab Taurat berisi hukum dan petunjuk yang lebih terstruktur dan menjadi dasar ajaran Musa bagi pengikutnya.
Hal ini menjelaskan "mengapa nabi Musa dapat kitab Taurat," sebagai kelanjutan wahyu setelah menerima suhuf.
Kewajiban Mengajarkan Suhuf dan Kitab Suci
Mengenai apakah suhuf wajib diajarkan kepada umat Islam saat ini, para ulama menjelaskan bahwa umat wajib meyakini kebenaran wahyu yang diturunkan Allah, termasuk suhuf. Namun, Al Quran sebagai kitab terakhir dan paling lengkap menjadi pedoman utama. Suhuf lebih bersifat sebagai pengetahuan sejarah wahyu dan bukti kesinambungan ajaran para nabi.
"Suhuf adalah bagian dari wahyu Allah yang menunjukkan proses penyampaian petunjuk kepada umat terdahulu," kata Ustaz Ahmad Sarwat, pakar ilmu tafsir.
Pengetahuan tentang suhuf membantu memperkuat pemahaman sejarah dan konteks kenabian dalam Islam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow