Mpu Prapanca Menulis Kitab Negarakertagama pada 1365 di Majapahit

Smallest Font
Largest Font

Kitab Negarakertagama, warisan sejarah penting dari Kerajaan Majapahit, ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi di lereng gunung Desa Kamalasana. Penulisan ini menjadi catatan utama yang merekam kejayaan dan kondisi Majapahit pada abad ke-14.

Mpu Prapanca, yang juga dikenal dengan nama Dang Acarya Nadendra, adalah sosok petinggi urusan agama Buddha di Majapahit yang sekaligus seorang pujangga besar. Ia menyelesaikan kitab ini pada tahun Saka 1287, yang bertepatan dengan 1365 Masehi. Kitab ini memuat deskripsi lengkap tentang wilayah kekuasaan Majapahit, struktur pemerintahan, serta adat dan budaya yang berlaku saat itu.

Kitab ini dianggap sebagai salah satu buku sejarah Majapahit terbaik karena detail dan kedalaman informasi yang dikandungnya. Selain itu, kitab ini turut mencatat wilayah yang saat ini dikenal sebagai Singapura, menandai pentingnya wilayah tersebut dalam sejarah Nusantara.

Peran dan Latar Belakang Mpu Prapanca

Menurut laporan Kompas, Mpu Prapanca adalah tokoh yang tidak hanya berkecimpung dalam dunia keagamaan Buddha, tetapi juga aktif sebagai penulis dan pencatat sejarah kerajaan. Peranannya sangat vital dalam mengabadikan kejayaan Majapahit melalui karya sastra yang memiliki nilai sejarah tinggi. Posisi Dang Acarya Nadendra yang diembannya menunjukkan kedalaman pengetahuan dan kedekatannya dengan pusat kekuasaan Majapahit.

Isi dan Konteks Sejarah Kitab

Isi kitab ini tidak hanya berupa catatan sejarah kerajaan, tetapi juga mengandung gambaran tentang kehidupan sosial, politik, dan budaya masyarakat Majapahit pada masa itu. Kitab Negarakertagama menjadi sumber utama bagi para sejarawan dalam mempelajari era kejayaan kerajaan yang berdiri antara abad ke-14 hingga abad ke-16.

Kitab ini juga memberikan konteks penting mengenai istilah Pancasila dalam sejarah Indonesia, meskipun secara eksplisit istilah tersebut baru dikenal jauh kemudian. Kitab ini menjadi bukti kuat bahwa konsep dan nilai-nilai yang mendasari persatuan Nusantara telah ada sejak masa Majapahit.

Signifikansi Kitab Negarakertagama untuk Sejarah Indonesia

Menurut detik.com, kitab ini menjadi sumber rujukan yang diakui UNESCO sebagai memori dunia, menegaskan pentingnya dokumen ini dalam sejarah dunia dan Nusantara. Penulisan kitab ini di lokasi yang kini masuk wilayah Jawa Timur memperkuat nilai lokalitas dan autentisitas sejarah yang diabadikan.

Selain itu, kitab ini juga menjadi pembanding penting terhadap catatan sejarah lain seperti Pararaton dan babad-babad lain yang mengisahkan kejadian serupa namun dengan sudut pandang berbeda, khususnya dalam hal sejarah kerajaan Singasari dan Majapahit.

AspekDetail
PenulisMpu Prapanca (Dang Acarya Nadendra)
Tahun Penulisan1365 M (Saka 1287)
Lokasi PenulisanLereng Gunung Desa Kamalasana, Majapahit
Isi UtamaSejarah, budaya, politik Majapahit dan wilayah Nusantara
SignifikansiSumber sejarah utama dan memori dunia UNESCO

Pengaruh dan Warisan Kitab Negarakertagama

Kitab Negarakertagama tetap menjadi rujukan utama dalam kajian sejarah dan kebudayaan Indonesia, khususnya untuk memahami sistem pemerintahan dan wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Keberadaannya memperkuat identitas nasional dan menghubungkan masyarakat modern dengan akar sejarah Nusantara.

"Kitab Negarakertagama adalah saksi bisu kejayaan Majapahit yang menjadi pijakan penting dalam menelusuri sejarah Nusantara," ujar sejarawan dari Kompas.

Pengakuan UNESCO atas kitab ini sebagai memori dunia juga membuka peluang lebih luas untuk pelestarian dan pengkajian sejarah secara internasional, sekaligus menjaga warisan budaya yang berharga dari kepunahan.

Mpu Prapanca Menulis Kitab Negarakertagama sebagai Jejak Kejayaan Majapahit | Catatan Media

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow