IPSI Tetapkan Standar Pencak Silat Nasional dengan Kepengurusan Terbaru

Smallest Font
Largest Font

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menetapkan standar pertandingan pencak silat nasional dan mengelola lebih dari 840 perguruan hingga tahun 1993. Organisasi ini berdiri pada 18 Mei 1948 di Surakarta, Jawa Tengah, dan kantor pusatnya berada di Padepokan Nasional Pencak Silat Indonesia, Jakarta Timur.

Ketua Umum IPSI saat ini adalah Sugiono yang memimpin struktur organisasi mulai dari Dewan Pengurus Pusat hingga cabang di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan. IPSI berperan sebagai induk organisasi resmi pencak silat di Indonesia dengan tugas utama mengatur standar pertandingan, teknik yang sah, kategori kelas, dan penilaian dalam olahraga bela diri tradisional ini.

Pencak silat sendiri merupakan seni bela diri yang melibatkan teknik memukul, pergumulan, melempar, dan penggunaan senjata dengan sasaran seluruh tubuh lawan. Pencak silat telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO sejak 2019 di wilayah Asia dan Pasifik, serta menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) sejak 1980-an dan SEA Games sejak 1987.

IPSI didirikan pada 18 Mei 1948 di Surakarta sebagai wadah pengembangan pencak silat secara nasional. Hingga tahun 1993, tercatat sekitar 840 perguruan pencak silat terdaftar di bawah naungan PB IPSI. Organisasi ini berperan mengembangkan pencak silat dengan sistematika pertandingan dan pembinaan atlet yang terstandar.

Struktur organisasi IPSI terdiri dari Dewan Pengurus Pusat, Dewan Pembina Pusat, dan Dewan Guru Besar Pusat, serta jaringan cabang di tingkat daerah. Hal ini memungkinkan koordinasi yang efektif untuk mengelola pencak silat di seluruh Indonesia, menjadikan IPSI sebagai payung besar induk organisasi pencak silat nasional.

Standar Pertandingan dan Teknik

IPSI menetapkan standar yang mengatur teknik yang diperbolehkan dalam pertandingan, kategori kelas berat, dan sistem penilaian. Standar ini memastikan pertandingan pencak silat berlangsung adil dan profesional, sesuai dengan kearifan lokal dan nilai-nilai budaya Indonesia.

Peran Internasional

Selain mengelola pencak silat di dalam negeri, IPSI juga berperan dalam organisasi internasional Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Persilat) yang didirikan bersama negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Hal ini memperkuat posisi pencak silat sebagai olahraga bela diri tradisional yang diakui secara global.

Pengembangan dan Pembinaan

Menurut Sugiono, Ketua Umum IPSI, organisasi terus mendorong generasi muda untuk menekuni pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus cabang olahraga yang berprestasi.

"Kami berkomitmen untuk menjaga pencak silat sebagai identitas bangsa sekaligus membangun atlet berkelas dunia," ujar Sugiono.

IPSI juga aktif mengadakan pelatihan dan turnamen di berbagai tingkatan guna meningkatkan kualitas atlet dan perguruan pencak silat di seluruh Indonesia.

Data Organisasi dan Persebaran

Berikut data struktur dan persebaran IPSI hingga saat ini:

  • Jumlah perguruan terdaftar: lebih dari 840 (data 1993)
  • Jaringan cabang: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan
  • Kantor pusat: Padepokan Nasional Pencak Silat Indonesia, Jakarta Timur
  • Ketua umum: Sugiono

Standar Kelas dan Teknik dalam Pertandingan

Kategori KelasTeknik SahSasaran
Berat Ringan hingga Berat BeratMemukul, Pergumulan, Melempar, SenjataSeluruh Tubuh Lawan

IPSI terus memperbarui standar ini sesuai dengan perkembangan olahraga dan regulasi nasional serta internasional.

Sejarah Singkat Berdirinya IPSI | FM19 MEDIA

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed