Indonesia Keluar dari Keanggotaan PBB Karena Sengketa Malaysia 1965
Pada 7 Januari 1965, Indonesia secara resmi keluar dari keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan PBB yang dianggap merugikan kedaulatan Indonesia dalam sengketa wilayah dengan Malaysia. Keputusan ini diambil oleh pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno pada masa ketegangan politik di awal 1960-an.
Indonesia diterima sebagai anggota PBB pada 28 September 1950 sebagai anggota ke-60. Namun, konflik mulai muncul pada awal 1960-an terkait pembentukan Federasi Malaysia yang melibatkan wilayah-wilayah bekas koloni Inggris di Asia Tenggara, termasuk Sabah dan Sarawak yang berdekatan dengan wilayah Indonesia di Kalimantan Utara.
Malaysia merdeka pada 31 Agustus 1957 dengan nama Federasi Malaya. Pada 1961, Inggris yang masih menguasai wilayah di utara Kalimantan berupaya menggabungkan koloninya dengan Federasi Malaya untuk membentuk Federasi Malaysia. Pembentukan ini terjadi pada 16 September 1963 sebelum tim penyelidikan PBB menyelesaikan tugasnya memastikan kehendak rakyat di wilayah sengketa.
Sengketa Indonesia-Malaysia
Indonesia menolak pembentukan Federasi Malaysia karena menganggapnya sebagai bentuk neo-kolonialisme yang mengancam kedaulatan wilayah dan kepentingan nasional Indonesia. Ketegangan politik meningkat hingga menyebabkan Indonesia mengambil langkah ekstrem dengan keluar dari PBB pada 1965.
Menurut laporan Kompas, Indonesia merasa bahwa PBB tidak bersikap netral dalam menangani sengketa ini karena Federasi Malaysia telah terbentuk sebelum keputusan penyelidikan PBB diumumkan, sehingga Indonesia memutuskan keluar sebagai bentuk protes diplomatik.
Proses dan Dampak Keputusan
Keputusan keluar dari PBB ini bukan hanya simbol politik, tetapi juga berdampak pada hubungan internasional Indonesia. Namun, posisi Indonesia akhirnya kembali sebagai anggota PBB setelah beberapa tahun kemudian ketika situasi politik nasional berubah.
Kutipan Narasumber
"Keputusan keluar dari PBB adalah langkah tegas pemerintah saat itu untuk mempertahankan kedaulatan dan menunjukkan ketidaksetujuan terhadap pembentukan Federasi Malaysia yang dianggap tidak adil," ujar seorang sejarawan politik Indonesia.
Data Perbandingan Keanggotaan Indonesia di PBB
| Tanggal | Keanggotaan PBB | Keterangan |
|---|---|---|
| 28 September 1950 | Masuk | Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 PBB |
| 7 Januari 1965 | Keluar | Keluar sebagai protes terhadap pembentukan Federasi Malaysia |
| Tidak tersedia | Kembali Masuk | Indonesia kembali sebagai anggota PBB setelah masa ketegangan mereda |
Fakta Penting Sengketa dan Keanggotaan
- Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
- Malaysia merdeka dengan nama Federasi Malaya pada 31 Agustus 1957.
- Pembentukan Federasi Malaysia resmi pada 16 September 1963 melibatkan Sabah, Sarawak, Singapura, dan Federasi Malaya.
- Indonesia keluar dari PBB pada 7 Januari 1965 sebagai bentuk penolakan terhadap Federasi Malaysia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow