Gerakan Separatis APRA Pertahankan Negara Pasundan untuk Jaga Kekuasaan Kolonial

Smallest Font
Largest Font

Pada 29 Agustus 2026, penting mengingat alasan gerakan separatis APRA mempertahankan negara Pasundan pada masa akhir 1940-an di wilayah Bandung. Gerakan ini merupakan upaya kelompok APRA yang dipimpin Raymond Westerling mempertahankan entitas negara Pasundan yang dibentuk Belanda sebagai negara boneka di Indonesia.

Gerakan APRA muncul pada 1948 dengan tujuan utama mempertahankan negara Pasundan agar tetap berdiri sebagai wilayah otonom yang mendukung kepentingan Belanda. Negara Pasundan sendiri dibentuk Belanda sebagai bagian dari strategi politik federal untuk melemahkan Republik Indonesia yang baru merdeka, dengan memecah wilayah menjadi beberapa negara bagian. APRA menentang integrasi wilayah Pasundan ke dalam NKRI pascakemerdekaan Indonesia.

Kelompok APRA yang dipimpin Raymond Westerling melakukan pemberontakan bersenjata di Bandung dan sekitarnya pada Januari 1949. Mereka menggunakan kekuatan militer untuk mempertahankan eksistensi negara Pasundan dan menolak penggabungan wilayah tersebut ke dalam Republik Indonesia Serikat (RIS) maupun kemudian NKRI. Menurut laporan sejarah dari Kompas, alasan utama mereka adalah mempertahankan kekuasaan kolonial Belanda yang selama ini mendukung berdirinya negara Pasundan.

Pembentukan Negara Pasundan oleh Belanda

Negara Pasundan didirikan oleh Belanda tahun 1948 sebagai bagian dari kebijakan 'Van Mook' untuk mempertahankan pengaruh kolonial lewat federalisme. Wilayah ini mencakup sebagian besar Jawa Barat dengan Bandung sebagai ibu kotanya. Tujuannya adalah membentuk negara boneka yang menghambat persatuan Indonesia yang baru merdeka.

Pemberontakan APRA di Bandung

Pada 23 Januari 1949, APRA melakukan serangan mendadak di Bandung dengan kekuatan militer yang cukup signifikan. Mereka berhasil menguasai beberapa fasilitas strategis dan mengancam keamanan wilayah. Namun, tentara Republik Indonesia dan pasukan keamanan RIS segera melakukan penumpasan. Pemberontakan ini menjadi salah satu konflik paling krusial pascakemerdekaan yang menguji stabilitas NKRI.

Alasan APRA Mempertahankan Negara Pasundan

Menurut analisis sejarah, alasan utama gerakan APRA mempertahankan negara Pasundan adalah:

  • Melindungi kepentingan Belanda agar tetap memiliki pengaruh politik dan ekonomi di wilayah Indonesia, khususnya Jawa Barat.
  • Menolak integrasi ke NKRI karena negara Pasundan dianggap sebagai alat untuk mempertahankan status quo kolonial.
  • Raymond Westerling dan para anggota APRA memiliki kepentingan pribadi dan ideologi yang mendukung federalisme dan menolak pemerintahan pusat Republik Indonesia.
  • Pengaruh militer Belanda yang masih kuat di wilayah tersebut, memicu organisasi APRA untuk melakukan perlawanan bersenjata.

Dampak Pemberontakan APRA terhadap NKRI

Pemberontakan APRA menjadi ancaman serius bagi persatuan dan kedaulatan Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Pemerintah Indonesia menghadapi pemberontakan ini dengan menugaskan pasukan keamanan untuk menumpas pemberontakan dan mempertahankan wilayah NKRI. Dilansir dari Fajarbali, keberhasilan pemerintah dalam menumpas APRA memperkuat integrasi wilayah Jawa Barat ke dalam NKRI dan mengakhiri keberadaan negara Pasundan sebagai negara federal boneka Belanda.

Selain itu, pemberontakan ini meningkatkan kewaspadaan pemerintah terhadap ancaman separatisme dan intervensi asing yang mencoba melemahkan persatuan Indonesia. Sejarah pemberontakan APRA juga menjadi pelajaran penting dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional di masa depan.

"Gerakan APRA adalah upaya mempertahankan kepentingan kolonial Belanda yang telah lama berkuasa di Jawa Barat," ujar sejarawan Indonesia, Dr. Agus Santoso.

Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kedaulatan Indonesia dari ancaman internal dan eksternal yang berupaya memecah belah bangsa.

Tujuan gerakan APRA dan penumpasannya | Web Sejarah

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed